Selasa, Maret 02, 2021

1 year with Covid19

Lama ga nge blog, kali ini dipaksain nge blog sebagai catatan untuk mengenang yang sedang kita rasakan saat ini,... untuk pertama kalinya merasakan hidup dalam situasi Pandemic yang sangat Luas, Covid 19.
Maret 2021, sudah hampir ulang tahun yang 1 Corona hinggap di Indonesia...
Bukan sesuatu yang bisa dirayakan juga...
tapi somehow, sungguh dalam maknanya menurutku
Dari Covid 19 ini kita bisa ngeliat orang seperti apakah orang-orang terdekat kita...
Covid mengajarkan kita untuk menjadi orang yang lebih perduli... Ga Egois !
Belajar berkorban,terkadang bahkan mengorbankan kesenangan kita untuk melindungi keluarga kita yang lain, Bahkan mengorbankan materi agar tidak merumahkan para karyawan kita, Membantu orang-orang yang mungkin tidak sekuat kita, walaupun mungkin sebenarnya kita tidak betul-betul kuat untuk berdiri sendirian membantu mereka...
Dari Covid ini kita bisa bahkan bisa ngeliat ke Egoisan bisa membunuh seseorang, bahkan 1 keluarga 😢
Hari ini, Saat ini, ketika aq sedang merangkai kata demi kata di group whatsapp sekolah mengabarkan kalau salah seorang teman kita, yang sudah seminggu berjuang di ICU RS Pasar Minggu, akhirnya berpulang.... 2 hari sebelumnya, ayahnya meninggal mendahuluinya....
Semakin hari circle-nya semakin mengecil, dari Entah siapa di ibukota, lalu kerabat / teman dari orang-orang yang kita kenal, lalu kerabat dan teman-teman kita.... 
Dalam 2 bulan ini, group whatsapp seminggu sekali pasti ada ucapan Duka Cita, dari group sekolah, group keluarga, group almamater, sampe group komunitas, adaaaaaaaaaaaa aja.....

How Easy life goes.... 
Semudah itu Allah mengambil kembali nafas kita....
Membuat kita menyadari,
Bahwa waktu adalah hal paling berharga yang kita miliki,
Sekarang tinggal kembali kepadamu
Bersama siapa, kapan, dan bagaimana kau akan menghabiskannya ?
Tentukan Prioritas dalam hidupmu,
Karena masa lalu sudah meninggalkanmu,
Masa depan belum tentu merengkuh mu,
yang kau punya hanya saat ini...

katakan yang ingin kau katakan
lakukan yang ingin kau lakukan
Sekarang
Tanpa nanti, tanpa tapi...


maafkan atas ke-random-annya.... kadang emang suka gitu anaknya 😌

Menyapih si kecil...

Masih kebiasaan yang sama seperti kakak-kakaknya.... begitu Zua menginjak usia 1th 6m sudah mulai di hypnosis 
"nanti umur 2th nenen-nya setop" 
"nanti kalo sudah 2th mimiknya pake gelas'
"nanti kalo sudah ulang tahun mimiknya pake gelas aja"

dan kata-kata sejenis lainnya yang intinya berhenti nenen

Tapi ternyata reaksinya diluar dugaan, tidak seperti kakak2nya... Zua malah makin menggila nenennya.... PD yang sudah hampir setahun ga pernah bocor, ndilalah kok jadi rembes lagi....
seiring berjalannya waktu, semakin hari semakin ga mau lepas dari nenen... Makan cuma 3-5 suap aja, dan ditutup dengan nenen ber jam-jam....
setelah 3 bulan BB-nya stuck di 10kg... akhirnya di usia 22m memutuskan untuk menyapih dini.
Awalnya bingung jg gimana caranya supaya anaknya ga rewel, di stop tapi ga "dipaksa".
Akhirnya ditutuplah puting pake perban dan ketika Zua mo nenen bilang "nenennya sakit... "
Alhamdulillah diluar dugaan reaksinya sangat pengertian.... 😭😭 (terharu....)
biasanya sebelum tidur anaknya cari-cari nenen, sekarang tetep cari2 tapi cuma di pegang, dielus atau ditempel ke pipi sampai dia tidur....
And somehow, it works....
makannya jadi lebih banyak, BBnya mulai naik
sampai suatu saat anaknya sudah ga cari-cari lagi....
akhirnya dia say goodbye sama nenennya
he actually really hold them and say
" Ua ga nen agi... unda ga atit agi " 
dia kasih kiss dan sejak itu sudah ga pernah cari-cari lagi....
Entahlah apakah ini bisa disebut Weaning with love ato ga,
tapi, Alhamdulillah Zua bisa melepas dengan ikhlas 😀😁

Rabu, Juli 03, 2019

Bunda Jalan2 : Japan Trip pt.II - Tokyo!!

Setelah Malam ke 4 kita sudah balik ke Tokyo, langsung menuju ke Oak Hotel Edo yang cuma selemparan kolor dari stasiun Morishita. asli deket banget....exitnya sekitar 150m dari hotel.
begitu cek in kita langsung bersih2 diri lalu selonjor..... 

Day 5 - Ueno Park - Hitachi Seaside Park - Odaiba
Hari pertama menginjakkan kaki di Tokyo kita langsung ke Ueno Park, disana kita poto2 sebentar lalu ngejar naik shinkansen pake JR Pass ke Hitachinaka City - Ibaraki. Dari tokyo naik shinkanshen sekitar 2 jam perjalanan.
Sampai sana terbentang luas aneka bunga2... sumpah ini taman bunga amat sangat luas sekali... dan yang bikin bahagia, setelah di Ueno ga kebagian Sakura, disini kita masih kebagian beberapa pohon sakura yang masih blooming....
Di Hitachi Seasidepark ini yang paling terkenal adalah bunga Nemophila yang terbentang di bukit seperti karpet biru....


disini kita sekitar 4 jam-an.... kita sewa sepeda untuk keliling, dan 4 jam itu bener2 ga cukup untuk muterin itu taman... bener2 kurang puas sebenernya... kapan2 harus balik kesini lagi !!!
Jam 4 sore kita kebut2an ngayuh sepeda untuk ngejar kereta balik ke tokyo...
dan sampai stasiun kita ketinggalan kereta.... akhirnya nongkrong di stasiun sekitar 40 menit untuk nunggu kereta berikutnya. 

Perjalanan dari Ibaraki ke Odaiba hanya memakan waktu sekitar 2 jam juga, kita turun di Tokyo Telecom Center Station, lalu jalan kaki ke pantai. Nongkrong di pinggir pantai sambil cari cemilan dan foto2 dengan latar belakang Rainbow Bridge.
sebenernya bukan bener2 pantai karena area ini sebetulnya adalah area reklamasi di Tokyo Bay / Teluk tokyo, di satu sisi ada semacam pantai buatan yang di pinggir2nya banyak terdapat cafe2.
Sayangnya kita ga sempet foto2 di Patung Liberty-nya yg terkenal itu karena kaki sudah lelah melangkah minta selonjor.... 







Day 6 -  FujiKawaguchiko ( Mount Fuji, Lake Kawaguchi ) & Gotemba!
Hari kedua di Tokyo kita pagi2 sudah siap untuk ke Fujikawaguchiko. memang di Trip ini kita udah niat untuk abuse abis2an JR Pass kita.... karena kita mak2 ogah rugi...  hahahahhahhaha
dari Stasiun Morishita kita harus ke Stasiun Shinjuku dulu lalu nanti naik Shinkansen sampe stasiun Otsuki, perjalanan sekitar 1,5 jam  sampai stasiun Otsuki, lalu kita pindah kereta naik Fujikyu Railway yang jalur terakhirnya berhenti di Fujikawaguchiko.


Sepanjang perjalanan di Fujikyu Railway ini melewati pedesaan.... kebetulan kita di musim semi, cuacanya cerah dan masih cenderung adem, suhu dipagi hari sekitar 15-16 dc tapi kalau siang sekitar 18-20dc. Dari stasiun Kotobuki sampai Mount Fuji Station kita akan di suguhi pemandangan gunung Fuji yang indah dan gagah di sepanjang perjalanan.....



Yang lucu adalah, dari mount Fuji Station sampai Fujikawaguchiko station kita akan ngelewatin FujiKyu Highland, disitu ada semacam themepark, dan diantaranya ada Thomas Land dimana stasiun dan keretanya berteme Thomas The Tank Engines... langsung keinget anak2 dirumah kalo begini....




Sampai Stasiun Fujikawaguchiko, kita kembali nyewa sepeda untuk ke Lake Kawaguchi... sampai Lake Kawaguchi abis foto2 bingung mau ngapain lagi... kita cari taman untuk foto dengan background Fujiyama, akhirnya naik sepedalah kita ke Yagizaki park, yang ternyata Juauuuuhhh saudara... hampir sejam kita naik sepeda sampai sana....
ternyata kita salah lokasi, walau pun dapet siy foto di taman dengan latar mount Fuji, tapi sebenernya bisa juga lewat Kawaguchiko music forest yang mungkin ga sejauh Yagizaki park. Ato yang masih jadi wishlist di Yamanaka Lake.
karena waktu semakin siang, kita balik lagi ke lake kawaguchi untuk ngembaliin sepeda, lalu ke stasiun kawaguchiko untuk naik Bis ke Gotemba. 


Ngabisin waktu sekitar 4 jam di gotemba, kalap gesek sana gesek sini... jam 6 sore kita pulang ke Tokyo ( masih ) dengan harapan suatu saat akan kembali lagi ke sini kalo perlu nginep semalem biar puas explorenya.....

Day 7 - Tokyo City Tour ( Asakusa, Hachiko, Shibuya, Shinjuku )

Hari ke 3 di tokyo, kita city tour aja... pertama2 kita ke Asakusa shrine, banyak street food berjejer yang kudu dicobain disini, dari es krim sampe kue2, lalu kalap belanja lagi untuk oleh2 di Don Quijote




















Dari Asakusha kita ke Shibuya Station dan langsung ketemu dengan patung Hachiko yg terkenal itu.... setelah ikutan antri, Alhamdulillah ga begitu lama kita dapet giliran untuk foto, setelah itu kita nyeberang di perempatan paling rame sedunia di Shibuya Crossing..... ga tanggung2, sampe 3x kita nyeberang bolak balik.... wekekkekkekke....
Kelar nyeberang bolak balik, kita lanjut ke Shinjuku untuk nyobain Halal Ramen. Lokasi warungnya nya agak nyempil diantara pertokoan tapi selalu antri karena emang kursinya terbatas sekali. Beberapa pekerja disini asli Indonesia, bahkan salah 1 nya mahasiswa dari kendal. Selama di jepang inilah makanan termahal yang kita makan.... kita makan 1 porsi Ramen harganya 2000 yen
Pulang dari sana rencana mampir ke Shinjuku Gyoen Park kita batalin karena kaki sudah nyut2an, akhirnya kita balik ke hotel.

Day 8 - Another Tokyo City Tour ( Akihabara, Shibuya, Harajuku )

hari ke 4 sekaligus hari terakhir kita di Tokyo, kita jalan santai hari ini ke Akihabara, Shibuya dan Harajuku yang sebenernya hanya berjarak 1 stasiun aja.... di Harajuku kita hunting sepatu ke tiap toko ABC yang kita temuin...



Day 9 -  Go Home
Last day in japan... we're going home now..... suatu saat pasti akan kembali lagi.....







Kamis, Februari 21, 2019

Bunda jalan2 : Japan Trip 2018 ~ Pt.I

dari iseng2 di seriusin, entah kesambet apa, pas ada Travel Fair tau2 ada yg ngelempar ide, "yuk, kita ke Jepang" dan ga pake basa-basi cek harga lalu transfer hahahhahhahha....
setelah menunggu 9 bulan ~udah kaya orang hamil mo melahirkan aja~ akhirnya hari itu pun tiba
tanpa Suami, apalagi anak2... hanya emak-emak ber 4.
9 hari 8 malam, 2 hari di Singapore dan 7 hari di Jepang.
Langsung aja cerita itinerary :
Day 1
Siang kita cabut dari bandara semarang ke singapore pake Silkair.
Sampe singapore waktu masih jam 12an, sedangkan flight kita masih besok pagi.
Akhirnya memanfaatkan waktu setengah hari jalan2 di singapore dulu.
Sebelumnya kita pindah dari terminal 1 ke terminal 2 pake LRT, krn kita berangkat dari terminal 2. Di terminal 2 kita cari penitipan bagasi dulu, letaknya nyempil deket toilet tengah, yg jaga opa2 salah 1 nya orang medan .
Setelah nitipin bagasi kita cabut keluar langsung naik MRT tujuan kita langsung ke bugis buat makan siang, sambil jajan.
Dari bugis, kita jalan ke masjid sultan dan poto2 di arab street.
Dari arab street, karena sudah sore kita cabut ke Garden By The Bay pake grab. Kena sekitar 4 sgd. Sampe GBTB kita pepotoan sambil nongki2. Ternyata jalannya jauh pisan gara2 mo keluar lewat marina bay mall. Alhasil sampe Marina Bay Mall kita udah gempor. Mana salah pake sepokat pulak, jadi batal lah kita nongki malem2 di clarke quay, kita putuskan pulang ke bandara....
Karena kita memutuskan buat nginep di bandara drpd pagi2 geradakan ngejar pesawat, jadi kita musti cari spot yg cucok & nyaman buat nyolokin charger, eh.... tidur.
Sampe bandara kita ambil bagasi, lalu cari spot buat ngendon semaleman.
Setelah dapet sofa, krn yg nginep di bandara jg banyak, kudu extra kerja keras buat jagain tempetnya. Sebenernya ada sleeping lounge di terminal, tp udah penuh.
Bagi yg mo nginep di bandara kudu siap bawa jaket agak tebelan, krn AC nya tengah malem bener2 dingin.
Jam 4 subuh, kita dibangunin ama tentara2 singapore & imigrasi, mereka tentunya nanyain tiket, jangan tanya gimana kalo ga punya tiket krn eike blm pernah 
Setelah selesai, bersih2 sambil prepare2 lah di toilet, akhirnya jam 8 cek in untuk flight ke tokyo.
Day 2
Sekitar jam 3an kita akhirnya mendarat di Haneda. Setelah melalui proses imigrasi, pertama2 kita cari konter sewa wifi. Sebelumnya kita udah booking buat sewa wifi selama 7 hari, harganya sekitar 6000¥ atau 800rb-an.
Prebooking di web ini : japan-wireless
Setelah muter2 di bandara, krn email konfirmasi yg kita terima kudu ambil di bagian penitipan koper JAL. Tp di konter tsb kekeuh kl mereka ga ada nyewain wifi. Wekekkekekekke puyeng lah kita, mana rata2 bahasa inggris mereka alakadarnya. (Padahal kita mah juga sama alakadarnya juga )
Setelah ngantri di CS, ga sia2 karena CSnya super baik.... dia telpon kesana kemari nanyain, bukan cuma itu... diapun nganterin kita!! masya Allah.... bener2 totalitas mbak CS. Ternyata setelah di telusuri, kita salah lantai saudara2.... kita di lantai 3 kedatangan, sedang lokasi ambilnya di lt.2 keberangkatan 來來
Akhirnya kita bagi tugas. 2 orang ngurusin Wifi, 2 orang lagi ngurus buat tuker JRPass.
Oya.... setelah ditimbang2, kita putuskan buat beli JR pass. Kita beli JR pas disini untuk travel 7 hari per orang kena Rp. 3.700rb. Ternyata ngurusnya gampang sekali, di counter bahkan sudah tersedia petunjuk berbahasa indonesia. Tinggal tunjukin passport dan kasih tanggal mulai dipake.
Setelah Wifi dan JRpass beres, kita langsung cabut ke Kyoto. Perjalanan sekitar 2 jam dari Haneda ke Kyoto dgn shinkansen
Kenapa pake JR pass ?? Karena kita mau explore diluar tokyo. Dari tokyo ke kyoto kl tanpa JR pass naik shinkansen sekitar 8500¥ atau 1.5jt lebih. Itung aja kalo PP. Itu belum ke Osaka dan Fuji 5 lakes.
Karena kita berangkat sekitar jam 6 waktu jepang, sampe Kyoto udah jam 9an, jalan2 udah sepi.... kita jalan sampe penginepan bermodal google map. Sampe penginepan lgsg bersih2 lalu tidur.
Day 3
Good morning Kyoto!!! Pagi2 kita udah sarapan cup noodle biar setrong 
Pertama kita pilih yg perjalanannya paling jauh dulu, karena kita di Kyoto hanya sehari, maghrib kita udah cabut pindah ke Osaka, jadi kita cek out & berangkat jam 8 pagi ke Arashimaya. Naik kereta sekitar 30 menit, lalu masih jalan sampe lokasi sekitar 15 menitan lah.... udah berangkat pagi dgn harapan baru buka dan sepi, ternyata udah rame juga 藍藍
Setelah pepotoan sebentar, kita cabut lagi langsung menuju ke Fushimi Inari. Naik separo setelah 1 jam kita jajan2 lalu kita cabut ke pusat kota. Rencana ke Kyomizudera di cancel krn kita pilih maen ke Museum Shibori sekalian ambil kelas disana.... kelasnya sendiri sekitar 1.5 jam, selesai kelas kita langsung capcus ke stasiun buat ngejar shinkansen ke Osaka.
Oya.... koper2 kita titip di penitipan di Stasiun selama kita keliling kota.
Jam 6 keretanya datang, perjalanan ke Osaka hanya 35 menitan pake shinkansen,
And sampe Osaka kita cari info dulu soal shinkansen ke Tokyo jadi besok pas jalan2 bisa atur2 waktu krn stasiunnya gede banget.
Setelah booking seat ke Tokyo, kita memutuskan buat nitipin koper2 lagi di Stasiun drpd gotong2 koper. Di bagian penitipan barang kita ndeprok bongkar koper, ambil barang2 yg dibutuhin aja lalu dibawa di tas kecil.
Setelah nitip koper kita makan sekalian, lalu jalan ke apartemen yg kita sewa di daerah shinsaibashi.
Day 4
Semangat banget bangun pagi, karena di Osaka waktunya buat shopping!! 藍藍藍 #teteupgajauh2daribelanja
Kita jalan ke Namba - Dotonbori. Pepotoan sejenak lalu kalap keluar masuk toko....
Bener2 surga dan berharap bawa sangu banyak 
Baru 2 hari nginjek tanah jepang, kopernya udah beranak  liat koper murmer, lgsg mupeng, krn tas kecil yg gw bawa ga ada selempangnya jadi kudu ditenteng kemana2.... beraaaaaaattt....
Setelah geret koper kegiatan belanja makin semangat ditambah kebanyakan freetax semua, jadi borong sepatu deh di toko favoritnya orang indonesia ( asli banyak banget org indo disitu )
selama jalan ber 4 prinsip kita adalah : mendingan nyesel beli daripada nyesel ga beli. Krn kita lewat cuma sekali, jadi kalo suka, ga pake lama lgsg bayar aja.... ntar kalo ternyata dapet yg lebih seneng lagi tinggal dijual lagi 藍藍藍.
Karena waktu terus berjalan, kita udah booking kereta shinkansen juga buat ke tokyo pas kita sampe di Osaka kemarin, maka belanja ngebutnya kita sudahi.
Kita ke stasiun, ambil koper2 kita lalu cabut kita ke Tokyo.
Perjalanan Osaka - Tokyo sekitar 3.5 jam pake Shinkansen. Kalo pake kereta biasa sekitar 6 jam-an.
Jam 9 malam kita sampe Tokyo central, ganti kereta kita langsung ke hotel di daerah morishita. Thanks God, hotel hanya selemparan kolor dari stasiun morishita. Cuma 1 pengkolan doank. Begitu cek in, masuk kamar kita langsung selonjor....
To be continued ke Pt. II ya....

Rabu, Mei 30, 2018

Birthstory pt.II

selesai proses melahirkan harus mengalami Postpartum Hemorrhage ( PPH ) atau pendarahan paska melahirkan. Karena plasenta sudah keluar, jadi perkiraan penyebabnya adalah
Atonia uteri . Atonia Uteri adalah kondisi hilangnya tonus otot rahim sehingga tidak dapat berkontraksi dan menekan pembuluh dan mengurangi aliran darah. Situasi ini menjadi penyebab utama perdarahan post partum. In my condition, 2x kehamilan sebelumnya baby besar, 4.1 kg & 39.5 kg dan baby Z hanya 3.3kg aja.... selain itu faktor usia mid 30 juga menjadi faktor resiko penyebab atonia uteri.
Untuk mengurangi pendarahan sisa2 plasenta dikeluarkan secara manual, dikasih obat untuk pemicu kontraksi, infus hingga kateter.... sampe 4 jam setelah melahirkan pendarahan masih cukup banyak, sampe kalo kaki gerak langsung suuuuurrrrr darah ngucur deras. Sampai maghrib - wich is 9 jam setelah melahirkan paling ga ada kali 4-5x keluarin sisa placenta secara manual...  yg 1-2 dikeluarin besarnya hampir sekepala bayi sendiri...  jadi berasa ngelahirin anak kembar 😅😅 rasanya jangan ditanya.... lebih aduhai daripada proses melahirkan 😅😅😅
Dalam kondisi begitu rasanya ga berdaya krn ga bisa gerak sama sekali sedangkan baby Z dari IMD seharian blm berhasil perlekatan dgn baik.... jadi sama sekali blm dapat ASI. Setelah di cek ternyata dia ada liptie jadi butuh waktu juga buat belajar. Tapi Alhamdulillah seakan baby Z bisa ngerti kondisi bundanya sedang tidak memungkinkan untuk berbuat banyak, dia juga ga rewel dan hanya bobo tenang... walo kadang cm bisa digendong2 aja....
Jam 10 malem pendarahan masih belum berhenti juga.... akhirnya diputuskan untuk dirujuk ke RS. Tadinya mikir ke Hermina Banyumanik yg deket, tp trus mikir lagi krn disana juga RS bersalin fasilitas pasti ga selelngkap di RS umum. Kalo di Hermina ternyata butuh ke ICU dimana mereka ga punya, pasti akan dirujuk lagi ke RS umum. Akhirnya kita putuskan ke SMC Tlogorejo sekalian....
Ya...  akhirnya baliknya ke SMC juga 😄😄😄
Masuk UGD SMC sudah jam 12 malam....  jadi sudah tgl 5, dr. Harry sudah mulai aktif lagi...  yeaaayyy.....
Tapi sedihnya selepas dari ER harus berpisah ama baby Z krn emaknya harus dirawat di HND di lt.2 sedangkan baby Z dirawat di ruang baby di lt.5 😭😭😭😭
Karena ga tau akan berapa lama berpisah lantai - dan sama sekali ga bisa meninggalkan akuarium HND begitupun baby Z ga bisa masuk ke HND - mengingat seharian sebelumnya baby Z sama sekali blm dpt ASI, ASI pun di pompa masih netes2 aja jadi dapet cm 5-10 ml. Paksu dengan rela anter ASIP 10ml dari lt.2 ke lt.5 sampe hari ke 2 akhirnya diputuskan untuk tambah sufor krn blm tau jg berapa lama sampai bisa menyusui lagi secara langsung, kasian juga si baby kalo harus puasa lebih dari 3 hari.
16 jam di HND baru ketemu ama dr Harry, singkat cerita di USG ternyata masih ada sisa placenta segede kepalan tangan...  lalu di USG lagi, memastikan sudah tidak ada sisa sisa placenta lagi.  setelah itu Alhamdulillah pendarahan mulai berkurang. Day 2 akhirnya bisa pindah ke ruang perawatan biasa di maternity ward lt.5 yeaaaayyy ketemu baby Z 😍😍😍😍
Tai lagi2 perjuangan belum selesai, bagitu ketemu baby Z bingung puting, secara sebelumnya blm ketemu puting.... eeehhh.... apesnya ama susternya dikasih minum pakenya dot 😈😈😈😈 alhasil selama proses menyusui diawali dengan drama sampe 40 menitan sampe akhirnya baby Z bisa menyusu dgn perlekatan yg benar. Tapiiiii.... itupun hanya bisa di PD kiri, PD kanan dia ga bisa 😭😭😭 akhirnya sementara yg kanan di perah manual. Udah gitu masih ditambah baby Z harus di sinar / phototeraphy krn bilurubinnya 12. Aaaaarrrggghhh.... ga bisa bareng deh di kamar... 
Akhirnya setelah 5 hari perawatan di SMC ( yg 2 hari bonus rasa liburan ) tepat baby Z usia 6 hari
Kita pulang kerumah.... yeaaaayyyy
Welcome home baby Z 😘😘😘
Perjuangan setelah itu masihlah panjang... paling ga sampe 5-6 minggu sampe pinter menyusu tanpa drama, karena sebelumnya tiap mau nenen pasti ada drama jerit2an krn si baby lupa lagi cara menyusu yg baik, benar dan mengenyangkan 😞😞.
Ok then..... lengkap sudah cerita birthstory sampe baby Z pulang kerumah 😊😊

Zua Birth day

Sejak ikutan kelas Hypno birthing di kehamilan 34 minggu, langsung semangat ikut segala terapinya demi baby lahir on time, mengingat sebelum-sebelumnya selalu telat sampe 40-42 minggu.
Begitu kehamilan masuk 36 minggu lgsg booking terapi buat Optimalisasi Posisi Janin & Jalan lahir di Klinik Ngesti Widodo salah 1 klinik penggiat Gebtle birth di kab.Semarang .
Diajarin dari Rebozo Shifting sampe Rebozo Shaking, pelvic rocking pake gym ball hingga perinium massage dan relaksasi hypnobirthing.
Ketagihan, minggu ke 37 - 2 hari sebelum lebaran booking buat terapi lagi karena bapaknya ga kuat buat jalanin terapinya dirumah, belum 5 menit udah KO 🤣🤣🤣
Setelah lebaran masih belum ada juga tanda2 jabang bayi mau keluar.... anteeeeeeeng banget walo udah masuk jalan lahir.
And last tgl 3 Juli janjian lagi buat optimalisasi janin, selesai terapi ditanya ama bidan yuni apa belum ada kerasa kenceng2.... jawab lah belum.... krn emang ga begitu kerasa.... ada kenceng tp ga sekeras tanda2 sesuai petunjuk....
Walo anak ke 4, krn jaraknya 5th udah lupa juga keles gimana rasanya 😅😅. Akhirnya di cek lah ama Bidan Yuni yg selama ini memandu terapi dan ternyata donk udah bukaan 1 menuju 2.... bidan Yuni tanya apa ga kerasa mules ato kenceng, dan karena emang rasanya biasa aja ya jawab apa adanya.... dan bidan Yuni cm ketawa katanya saking santainya... efek abis di hypno kali ya.... tiap di hypno ga pake lama lgsg ngorok saking rilexnya 🤣🤣🤣🤣
Akhirnya disaranin buat periksa sekalian ama Bidan Naning. Yasudah.... mumpung sudah disana periksa aja sekalian....
Jam 7 malam di cek ternyata emang udah bukaan 2. Akhirnya pamit pulang sambil mikir2.... enaknya gimana, sampe last minute kita emang blm ada birthplan mau gimana....  antara mo lahiran di NW ato SMC.
Perkiraan dari awal emang tgl 4 Juli 2017 dan karena pas banget libur lebaran, dokter kesayangan langganan kita emang masih libur sampe tgl 4an. Karena jam 7 malam sudah masuk bukaan 2 longgar menuju 3, dan sudah anak kesekian, perkiraan kita bukaannya akan cepet, kalo misalnya malam itu juga harus lahiran pak dokter pasti belum available dan kita terpaksa menggunakan dokter yg ada yg kita bahkan ga tau / kenal. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya kita putuskan untuk balik lagi ke ungaran dan lahiran di klinik Ngesti Widodo sekalian yg kita sudah cukup familiar 3 bulan terakhir, walo gambling juga krn tgl 4 nya bidan Naningnya mo berangkat liburan... tp paling ga masih ada bidan Yuni yg kita udah familiar banget.
Finally diputuskan jam 10 malam kita balik lagi ke NW,  sampe sana setelah diperiksa ditanya mo istirahat di ruang VK ato kamar, akhirnya pilih kamar aja.... dan sukses ketiduran sampe subuh. Setelah Subuh , siap2 dan mulai lagi terapi optimalisasi di ruang VK. Dengan suasana temaram, aroma terapi dan lagu yg syahdu kita mulai terapi lagi.... ditanya apakah sudah mulai terasa gelombang cintanya.... karena subuh di cek sudah masuk bukaan 3 longgar.... dijawab lah sudah kerasa tp biasa aja.....
Sampe jam stgh 7an balik ke kamar mandi, lalu bangunin suami buat sarapan. Jam setengah 8, selesai sarapan gel.❤ mulai lebih kerasa  dan keluar lendir darah..... langsung laporan paksu dan dengan suka cita siap2 buat ke VK laporan ama bidan. Rasanya berbunga2 bentar lagi mo ketemu pujaan hati. Sebelum laporan ke VK disempetin dulu pasang bulu mata & eyeliner krn rencananya udah rikues ama suami buat video-in.
Sampe VK di cek lagi alhamdulillah udah bukaan 5 dan gel ❤ mulai intens.... baruuuuu bidan Yuni bilang mo oles2 aroma terapi sambil pijet endhorphin lha kok mendadak ketuban pecah....
Di cek lagi udah bukaan 7 dan gel ❤ makin intens dan mulai kerasa senut2nya, dan rencana buat video in proses lahiran pun gatot krn tangan paksu dipegangin terus selama menikmati gel.❤ 🤣🤣🤣. Alhamdulillah suami juga tenang banget bimbing tarik nafas, tiup sssssshhhh.... sambil ingetin jangan lupa senyum 🤣🤣🤣🤣 Bu Bidan Naning yg rencananya berangkat liburan pagi itu pun diundur, agak siangan.... Alhamdulillah...
Begitu ketemu bidan Naning, tau2 udah bukaan lengkap ga sampe 10 menit.... udah disuruh push.... langsung gelagapan kaya pertama kali melahirkan aja...
3 x dorong and tepat jam 8.30 the baby was born, crying out and tanpa proses bersih2 langsung baby dibungkus handuk tipis dan IMD. Alhamdulillah Finally, I can hug him in my arms... 😍😍😍😍
Tapi ternyata perjuangan belum selesai...
Nanti dilanjut di postingan berikut aja ya.... 🤗🤗

Senin, Desember 25, 2017

Baby Z BirthStory

Terakhir melalui proses lahiran 5th yg lalu, berasa jadi newbie lagi.....
Setelah hamil 4 minggu konsul ama dr.Harry, tadinya udah mantep pengen lahiran di Tlogorejo aja setelah sebelumnya selalu di Hermina....
Pertimbangannya di Hermina akses parkir semakin susah, jam kontrol sampe malem2 banget, udah mulai ga manusiawi.
Alhamdulillah dr Harry praktek di Tlogorejo juga.... di sana beliau praktek seminggu cm sekali hari sabtu tapi siang....
Ruang bersalin khusus di lantai 5, dan yg penting banyak makanan wekekekkekekke.... tiap periksa anak2 pada ngantri minta ikutan karena berasa ngemall...
Bulan ke 4 diinvite ke support grup Gentle Birth.... pertama siy biasa aja, krn ngerasanya pas lahiran sachi juga cukup gentle menurutku.... sangat minim trauma.
Mulai tertarik ama gentle birth setelah ngeliat peran para suami.... pengen juga suami tau proses2 selama persalinan bukan cuma sekedar pegangin tangan sambil kipas2 🤣🤣🤣🤣
Akhirnya pada usia kehamilan 35 minggu memutuskan nyeret suami untuk ikutan kelas Hypnobirthing. Alhamdulillah walopun awalnya males.... tapi setelah dapet kelasnya support banget.....
Masuk 37w mulai ikutan Prenatal Care, itu udah kondisi lebaran kurang 2 ato 3 hari kayanya....
Pulang dari PC dibantu suami mulai terapi di rumah.... baru ini rasanya hamil dimanjain suami 🤣🤣🤣 selama libur lebaran di rumah cuma diisi mainan gymball, rebozo, dll.  Minggu ke 39 booking lagi buat Prenatal Care. Masih penasaran tanda2nya ga muncul juga....
Susahnya lahiran deket2 lebaran adalah : dokter langganan pada liburan 😅😅
Pas banget HPL tgl 4, tanggal 3 kita PC lagi sore sampe maghrib.... ternyata setelah di cek ama bidan udah ada bukaan.... cuma aq nya aja yg ga ngerasa....
Malem di cek lagi ama bidan senior, ternyata udah bukaan 1 longgar mau 2. Akhirnya pulang kerumah, setelah mikir2 mau lahiran di RS tapi dengan dr jaga krn dr Harry masih cuti, ato sekalian aja ama bidan. Akhirnya diputuskan ama bidan aja sekalian yg udah tau riwayat 3 minggu terakhir drpd ama dr jaga yg pastinya blm pernah pegang sama sekali sebelumnya.
Selama Hypnobirthing sebulan sebelumnya pengennya cuma prosesnya lancar, cepat dan kalo bisa minim sakit. Walo rasanya mustahil.... tapi kok ya pede aja.... dan 1 lagi, pengen lahiran cakep.... full make up + bulmat 🤣🤣
Mulai masuk ke klinik jam 12 malam... di cek bukaan 2 tetep ga pake mules2, Masuk kamar tidur lah.... sampe jam stgh 5 subuh dibangunin di cek baru bukaan 2 longgar.
Akhirnya mandi, dan selesai mandi jam 6 mulailah prenatal lagi..... mulai main gymball, rebozo, dst. Selesai PC di cek udah bukaan 3 longgar, tp tetep ga ada mules2nya....
Setengah 8 pagi disuruh sarapan dulu di kamar.... sarapan ber2 ama suami, selesai sarapan ke KM ternyata udah ada slem, akhirnya touch up bentar.... pasang bulu mata, bikin alis & pake eyeliner, blush on & lipstik natural lalu dilanjut laporan ke suster....
Jam 8.15 Pas di cek ternyata udah bukaan 5, longgar,  suami langsung balik kamar ambil HP buat dokumentasiin. Udah pede banget minta suami buat ambil video selama proses lahiran....
Bidannya baru aja bilang mau ambil yleo buat oleh2, pijat oksitosin, belum jadi ngoles minyaknya mulai kerasa mulesnya, suami udah mulai standby...
5 menit kemudian mules makin hebat dan ketuban pecah.... di cek tau2 udah bukaan 7.
Hanya dalam hitungan menit aja tau2 udah bukaan lengkap dan siap buat ngejan....
Suami yg rencananya mo videoin alhasil gagal karena tangannya tetep aja di pegangin terus selama prosea mules2 🤣🤣
Rasa2nya hanya 2x ngejan aja.... tau2 baby Z udah lahir....
Lancar.... cepat.... dan ngerasain sakit asli cm 20 menitan..... what a lovely way to delivering a baby 🤗🤗
Selama proses IMD baby Z belum bisa ngenyot walo pun udah bisa nemuin puting.... akhirnya berakhir dengan bobo dipelukan.... puaaaaasss banget rasanya melukin jabang bayi hampir 2 jam diruang VK.

Ternyata perjalanan belum berakhir.... balik ke kamar, baby Z masih belum bisa nyusu juga... mulai dicek ternyata perkiraan ada Liptie / Tongue Tie

Balik ke kamar, ternyata ada pendarahan dan banyak banget..... gerak dikit aja langsung deh ngalir.... siang di cek lagi ama bidannya, diperkirakan penyebabnya adalah Atonia Uteri dimana kontraksi rahim ga cukup kuat untuk mengeluarkan sisa2 plasenta atau darah beku. Udah dikasih suntikan, tapi ternyata masih ga bisa.... akhirnya sisa2 darah beku diambil manual, dirogoh pake tangan 😖😖 jangan tanya gimana rasanya..... kaya luka jahitan mo kering trus di teken kenceng.... 😭😭 asli cenuuuttt-cenuuuttt..... sampe sore masih sama.... dibersihin lagi.... sampe jam 9 malem ada kali 4x dibersihin sisa2 darah bekunya.
Jam 10 belum ada tanda2 berkurang pendarahannya..... akhirnya diputuskan untuk dirujuk ke RS.  Mikir mau ke Hermina yg lebih deket ato SMC. Akhirnya diputuskan langsung ke SMC aja yg udah lengkap, jaga2 kalo harus ke ICU juga sudah ada. Jam 12 malam sampe UGD SMC, setelah di cek semua akhirnya ga perlu masuk ICU, tapi cukup ke HND/HDU di lt.2. Pertama kali ngerasain dirawat di akuarium 😄😄.
Sejak dari UGD udah pisah ama baby Z, krn dia langsung masuk ke ruang baby di Lt.5
Bingung  gimana nyusuin bayi, baru ini juga lahiran terpisah 3 lantai ama anak.... di pompa pun keluar masih dikit banget.... alhasil suami  wara wiri dr lt 2 ke lt.5 buat anter ASIP walo cm 10-15ml.
Setelah 1,5 hari dirawat di HDU, akhirnya tanggal 6 malam pindah ke maternity ward. Yeaaayyyy ketemu baby Z lagi setelah 2 hari cm ketemu via video call 🤗🤗🤗.
Ternyata perjuangan belum berakhir..... 2 hari di kamar bayi ternyata baby Z dikasih minum pake dot.... alhasil begitu ketemu emaknya anaknya bingput... ketemu puting tp ga bisa2 ngenyotnya.... hiks... lahiran kali ini rasanya bener2 penuh perjuangan.... tiap kali mau nenen butuh waktu paling ga 40 menit anaknya nangis teriak2  kelaparan tapi bolak balik menolak dikasih nen.....
Sekalinya bisa, bisanya cuma yg kiri... yg kanan ga bisa, akhirnya bengkak dan di perah manual. Pinjem pompa, di RS segede itu pakenya pompa manual dwooooonkkk 😭😭😭😭😭😭 belum habis cobaannya, ternyata baby Z bilurubinnya cukup tinggi, mungkin efek nen-nya belum banyak jadi ga turun2.... jadi harus disinar 1x24 jam. Selama disinar tiap 2jam paling ga harus sedia Asip 40-60ml. Kejar2an merah + pompa sampe CTS kumat. Kalo dihitung untuk 24 jam butuhnya sekitar 480ml. Udah mompa maksimal cuma bisa dapet 250ml + 2x nen langsung.
Hari jumat udah ngarep2 bisa bawa bby Z pulang ternyata masih belum dilepas ama dsa, paling ga nambah phototerapi 6 jam lagi. Malam harusnya bisa pulang walo bilurubin masih 9 koma, tapi berhubung kata orang jawa ga boleh pulang hari Sabtu dan Atuknya kekeuh suruh kita extend ga boleh pulang dulu, suruh pulang minggu sekalian (padahal atuknya orang melayu bukan orang jawa 🤣🤣) akhirnya berasa di hotel kita extend lagi dan baby Z lanjut phototerapi lagi sekalian.....
Akhirnya hari minggu siang tgl 10 juli 2017, kita pulang bersama baby Z. 🤗🤗😘😘
Perjuangan telah berakhir ??? Belum... krn baby Z masih bingung puting, jadi tiap nen adalah perjuangan sampe yang tadinya butuh waktu 45 menit bisa nenen, jadi 30 menit lalu jadi 15 menit, dan akhirnya ga bingung puting lagi....
Berapa lama dari bingput sampe ga bingput lagi ??? Paling ga sampe 3 minggu masih harus disodorin dan dipasin kalo mau nen. Dan setelah 5-6 minggu udah pinter nen sendiri.
Kuncinya menghadapi bayi bingput cuma Sabar dan kudu tega denger anak nangis. 30 menit bayi nangis itu serumah pada heboh semua....  semua pada bilang kasian, asinya ga keluar, dll. Tapi aq kekeuh sodorin terus.... alhamdulillah walo ada liptie, tp naiknya cukup bagus walo ga lebih dr sekilo tapi selalu naik BBnya paling ga 500-700 gr.
Sekarang baby Z udah 5 bulan, BBnya 7900gr. Alhamdulillah udah cukup banget buat emak bapaknya.... kebayang kalo kaya Khay ato sachi dulu 5 bulan Khay 9kg lebih dan sachi 8.5kg dgn umur sekarang musti gendong bayi segitu beneran gempoooorrr pastinya.
Ntar aja kalo dan bisa duduk, udah makan, udah bisa jalan sendiri mo gendats its ok selama ga tergantung gendongan 🤣🤣🤣🤣
Emak udah uzur..... ga kuat cyint....